PENYAKIT MASTITIS (RANG KELENJAR SUSU)
Gejala Klinis pada Ambing:
Pembengkakan: Ambing terlihat bengkak, keras, dan terasa hangat saat disentuh.
Nyeri: Kambing menunjukkan reaksi kesakitan, seperti menghindar atau menendang, saat ambing disentuh atau diperah.
Perubahan Warna: Ambing bisa tampak merah atau, dalam kasus parah, berubah warna menjadi kebiruan.
Ketidaksimetrisan: Satu sisi ambing bisa terlihat membesar dan
Perubahan pada Susu:
Gumpalan: Susu akan menggumpal, berbusa, atau mengandung nanah.
Perubahan Warna: Warna susu bisa menjadi kekuningan, kehijauan, atau bercampur darah.
Pengenceran: Susu tampak encer atau bening dari biasanya.
Penurunan Produksi: Produksi susu secara keseluruhan atau pada satu sisi ambing akan menurun drastis
Demam: Kambing akan mengalami demam tinggi hingga 41°C, yang merupakan respons tubuh terhadap infeksi virus.
Lesu dan Tidak Nafsu Makan: Hewan terlihat lemah dan kehilangan selera makan, yang menyebabkan penurunan berat badan.
Hipersalivasi (Air Liur Berlebihan): Pengeluaran air liur berlebihan dan berbusa, kadang terlihat menggantung di lantai kandang.
Luka dan Lepuh: Muncul lepuh berisi cairan pada mukosa mulut (lidah, gusi, bibir), hidung, dan kaki.
Kepincangan: Terjadi luka pada kaki dan kuku, menyebabkan hewan pincang dan lebih sering berbaring.
Gejala Khusus pada Kambing Perah:
Penurunan Produksi Susu: Produksi susu akan menurun drastis dalam waktu singkat.
Luka pada Puting/Ambing: Lepuh dapat muncul pada puting dan ambing, berpotensi menyebabkan mastitis atau peradangan kelenjar susu.
1. Peningkatan Kesadaran Peternak
Peternak menjadi lebih sadar akan pentingnya kebersihan kandang, kesehatan ternak, dan biosekuriti.
Edukasi tentang pemerahan yang higienis dan deteksi dini penyakit jadi lebih diperhatikan.
2. Perbaikan Sistem Manajemen Peternakan
Mendorong peternak untuk menerapkan manajemen kesehatan ternak yang lebih baik (misalnya, catatan kesehatan, pemeriksaan rutin, dan manajemen pakan).
Penggunaan alat pemerahan yang steril dan terstandar meningkat.
3. Inovasi dan Dukungan Pemerintah
Adanya kasus bisa mendorong dukungan dari pemerintah dalam bentuk vaksinasi, pelatihan, atau subsidi obat.
Peneliti dan dokter hewan terdorong melakukan inovasi pengobatan dan pencegahan.
1. Penurunan Produksi Susu
Mastitis menyebabkan kualitas dan kuantitas susu menurun drastis.
Susu dari kambing terinfeksi seringkali harus dibuang karena tidak layak konsumsi.
2. Kerugian Ekonomi
Biaya pengobatan tinggi (antibiotik, vitamin, tenaga medis).
Penurunan produktivitas membuat pemasukan peternak turun.
Jika PMK menyebar, bisa terjadi larangan distribusi hewan dan produk ternak.
3. Penyebaran Penyakit
PMK sangat menular, terutama jika peternakan tidak menerapkan sistem karantina.
Dapat menjangkiti ternak lain di sekitar atau lintas wilayah.



